Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Kembalilah

Awalnya begini. Akhirnya begitu. Tanpa tahu yang terjadi ditengah perjalanan. Semua yang ada telah tiada. Semua yang indah telah sirnah. Mungkinkah semuanya akan kembali? Jawabannya kembali pada keadaan yang tengah terjadi. Semua hal yang dirasa cukup dibutuhkan hati kini telah kembali. Tapi mengapa masih ada orang yang menganggapnya tidak penting. Atau hatinya memang tidak sejalan dengan hatiku. Andai ia tahu, dengan ini aku dapat tenang menjalani hari-hariku, aku dapat mudah melakukan segalanya dengan ketulusan hati. Ingatlah, mimpi kita masih banyak kawan. Kita akan menjalani hari-hari dengan bersama manakala hati sedang dirundung gelisah. Pulau-pulau yang Negeri kita miliki ini sedang menanti kita untuk mengunjunginya. Memang tidak semudah itu, tetapi mimpi akan menaklukan segalanya. Tentunya dengan diiringi doa yang khusyuk. Semua yang kembali tidaklah akan sama seperti keadaan awal yang "begini". Pasti ada satu atau dua hal yang berbeda dari kembalinya segala sesuatu. S...

Masih Ingatkah ?

Pernah kok ngerasain sama-sama susah. Terperangkap di dingin malam. Terjerumus dalam lubang jalanan juga sering. Sampe terjerat mimpi yg indah. Pernah juga ngerasain panasnya mentari sama-sama. Sampe kita nyaris tak percaya kalo roda nasib memang berputar. Masih ingatkah ?? Sementara hari terus berganti. Dan pergi adalah jalan terbaik, walaupun terdapat dendam di hati. Terasa banget kalo ayunan kaki ini sepi. Tanpa temannya yg lain. Hingga saatnya tiba kelak. Tajamnya tatapan mata adalah satu-satunya cara penyampaian terbaik. Saling tampar juga menjadi suatu keharusan. Guna mengembalikannya lagi.

Kisah Pensil dan Penulis

Di suatu kamar yang sunyi, terdapat tiga tokoh : Pensil A (usianya 8 bulan), Pensil B (usianya 1 minggu), dan seorang sastrawan yang selalu mengutarakan isi hatinya dengan goresan pensil. Selama 7 bulan 3 minggu, Pensil A menemani si penulis dengan mengikiskan tubuhnya pada kertas putih. Perasaan senang dan sedih selalu jadi warna pengisi kertas tanpa tinta setitikpun itu. Saking sudah lamanya, Pensil A disimpan tergeletak begitu saja. Dan si penulis menemukan Pensil B yang dirancang canggih, awet, dan ramah lingkungan. Pensil A melihat penulis yang selalu bersamanya, kini memiliki pendamping lain. Waktu terus berjalan, Pensil A mulai tertutup oleh debu. Namun, ketika ada pertemuan para penggiat karya sastra, Pensil B yang selalu didambakan dan selalu ditunjukkan pada penulis lain, hilang entah kemana. Si penulis bingung apa yg harus dipakai untuk menulis.  Tiba-tiba, terlintas dalam benak sang Penulis, bahwa masih ada Pensil A yang tersimpan dalam kamarnya. Lalu ia berpikir dan b...

Entahlah

Sesuatu yang buruk telah menimpaku. Lewat tulisan ini aku curahkan segala perasaan penat dalam jiwa. Entah apa awalnya. Akupun tak tahu apa yang memulainya. Aku hanya merasakan apa yang tidak seharusnya aku rasakan. Mungkin belum terlalu lama, tapi mungkin juga ini sudah masuk pada kata "lama". Disaat keadaan mulai memanas dan diperangi oleh dinginnya satu sama lain. Disitulah ketakutan mulai timbul. Takut akan keadaan yang tak bisa kembali. Takut akan sesuatu yang nantinya malah bikin terpisah. Tetapi, mungkinkah keadaan sebelumnya kan datang kembali? Entahlahh,, aku hanya bisa berharap dengan sebaik-baiknya harapan. Aku tak pernah menginginkan hal buruk tetap melekat pada semuanya. Iya, semuanya. Semuanya yang terjadi dalam hidup. Semuanya yang telah ada. dan semuanya yang sudah tertakdirkan. Bila sebuah pertemuan adalah takdir. Tentunya akan sama dengan perpisahan. Tapi bila waktu yang ditetapkanNya secepat ini, rasanya tak pernah mengakui apa yg memang seharusnya terjadi...

HAK ALAM SEMESTA UNTUK TETAP UTUH, TIDAK DIGANGGU OLEH MANUSIA

Tuhan menganugerahkan kepada manusia alam yang indah, dengan harapan, sebagai khalifah di muka bumi manusia dapat menjaga dan memanfaatkan alam untuk masa depan. Sebut saja gunung, hutan, laut semuanya sengaja diciptakan untuk memenuhi segala kebutuham hidup manusia. Konsekuensi yang akan didapat jika amanat besar itu tidak dilaksanakan, tentunya sangat besar. Seperti yang kita ketahui, bumi dari hari ke hari bukan bertambah keindahannya, malah berkurang. Hal ini banyak disebabkan oleh manusia yang serakah menguras segala sumber daya alam tanpa menilik akibatnya dikemudian hari. Bencana-bencana alam yang beberapa waktu lalu serempak melanda berbagai belahan bumi adalah tanda bahwa kita sebagai khalifah di muka bumi lalai menjaga alam. Mungkin saja, itu merupakan kemarahan alam terhadap keserakahan yang diciptakan manusia. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diingankan tersebut, kita harus bersama-sama menjaga alam yang kita huni. Mata ini telah terbuka saat mentari datang mene...

SEPENGGAL PUISI UNTUK SAHABAT

Sahabat... Banyak hal telah kita lalui. Banyak cerita telah kita lewati. Canda, tawa, haru, hingga tangisan telah kita rasakan bersama. Terlalu banyak perjalanan untuk aku kenang. Kini hanya cerita lampau yang mampu aku ungkit sedikit demi sedikit. Agar aku tak hilang arah. Agar aku selalu mengingat kamu wahai sahabat. Sahabat... Aku tak tahu apa yang akan terjadi bila bila kita tak bersama. Sanggupkah aku berdiri sendiri? Ataukah aku akan tertatih? Entahlah,, mungkin aku akan rapuh dan terjatuh dengan kaki kecilku. Sahabat... Aku sadar. Kita tak akan mungkin selalu bersama. Kita tak mungkin melewati rintangan dengan genggaman erat kita. Karena aku tahu. Waktu akan terus berjalan. Dan tetap terus berjalan. Waktu takkan pernah berhenti. Bahkan ketika kita berhenti pun, waktu akan tetap berjalan. Seperti apa yang sudah dikodratkan Tuhan. Toh,, kita harus mengejar harapan kita masing-masing. Agar kita dapat menjadi kebanggaan setiap orang, bahkan Tuhan. Sahabat....