SEPENGGAL PUISI UNTUK SAHABAT
Sahabat...
Banyak hal telah kita lalui.
Banyak cerita telah kita lewati.
Canda, tawa, haru, hingga tangisan telah kita rasakan bersama.
Terlalu banyak perjalanan untuk aku kenang.
Kini hanya cerita lampau yang mampu aku ungkit sedikit demi sedikit.
Agar aku tak hilang arah.
Agar aku selalu mengingat kamu wahai sahabat.
Sahabat...
Aku tak tahu apa yang akan terjadi bila bila kita tak bersama.
Sanggupkah aku berdiri sendiri?
Ataukah aku akan tertatih?
Entahlah,, mungkin aku akan rapuh dan terjatuh dengan kaki kecilku.
Sahabat...
Aku sadar.
Kita tak akan mungkin selalu bersama.
Kita tak mungkin melewati rintangan dengan genggaman erat kita.
Karena aku tahu.
Waktu akan terus berjalan.
Dan tetap terus berjalan.
Waktu takkan pernah berhenti.
Bahkan ketika kita berhenti pun, waktu akan tetap berjalan.
Seperti apa yang sudah dikodratkan Tuhan.
Toh,, kita harus mengejar harapan kita masing-masing.
Agar kita dapat menjadi kebanggaan setiap orang, bahkan Tuhan.
Sahabat...
Aku selalu berdo’a supaya aku bisa dipertemukan denganmu lagi di lain hari.
Di hari kita tengah berbahagia karna telah mencapai cita-cita dan harapan kita.
Semoga kita tetap berada dibawah lindungan Tuhan.
Dan tetap memegang teguh moto hidup kita masing-masing.
Hingga akhir hayat kita pun berada dalam keadaan Khusnul Khotimah.
Sahabat...
Kita hanya dapat mengikuti apa yang direncanakan Tuhan.
Kita tak pernah bisa menentangnya, bahkan meminta untuk mengembalikannya pun, kita takkan pernah sanggup.
Tuhan punya rencana yang lebih indah dari ini.
Toh, takdir sudah disiapkan oleh Tuhan..
Komentar
Posting Komentar