Tergila-gila: Bagian 1
Aku pernah suka pada seseorang yang OMG anggunnya kebangetan, cantik, pendiam, baik (walopun banyak yg bilang itu relatif). Eh, kalo ada kata "pernah" berarti sekarang udah engga ya? Hmm. Sejujurnya aku aku gatau masih suka apa engga.
Aku liat dia tuh beda, kelembutannya, cara bicara, tatapan, serta semua yang dia lakukan aku suka. Jangan tanya alesannya apa. Karna aku pikir, ga perlu alasan untuk mencintai seseorang. Wkwk ketinggian bgt ya omongannya hahaa.
Jadi beberapa tahun lalu aku pernah duduk-duduk di teras kampus. Banyak orang, aku lupa siapa aja. Tapi yang tentunya aku ingat (karna dia akan jadi bahasan pada tulisan ini) dalah dia. Seseorang yg aku ceritakan di awal paragraf. Namanya Sukma (samaran).
Ga ingat betul apa yang kami bahas. Sukma sibuk dengan percakapannya bersama orang di sekitar. Aku sesekali ikut mencoba masuk ke dalam apa yang mereka bahas. Berhasil.
Kemudian karna entah ngebahas apa, tiba-tiba aku (inget banget pernah bilang gini) bilang "Sukma, kamu coba deh pake rok, jangan celana mulu". Ya, dia juga sama seperti perempuan pada umumnya. Anak kuliahan, yg gayanya ga mencolok, ga tertutup banget juga kayak perempuan yang pakeannya syar'i dengan gamis dan kerudung panjangnya. Dia tampil sederhana namun tetap menjaga kehormatannya sebagai perempuan. Dan pada saat itu, dia pake celana (maksudnya bukan pake rok). Dia hanya diam.
Terus apa yang terjadi? Kalian tau? Sungguh aku di situ sangat keGRan. Karna besoknya, percaya atau tidak, dia pake rok ke kampus. It's amazing. Di situ aku merasakan bahwa dunia berputar mengelilingiku. Dia tampak cantik sekali. Keanggunannya bertambah 10 kali lipat. Dan di situ juga, aku tergila-gila.
Ya maksudnya, aku GR aja gitu, kalo dia pake rok karna inget perkataan aku di hari sebelumnya. Walaupun aku gatau apa yang sebenarnya terjadi.
:)
Sebenernya masih ada lah beberapa hal yang membuat aku tergila-gila lainnya. Namun seperti apa yang aku tulis pada bagian judul. Aku akan mencoba menceritakam kegilaanku pada bagian-bagian selanjutnya.
Mohon jangan ada yg menerka-nerka siapakah sebenarnya Sukma. Dan kalau sudah mengetahuinya, simpan saja sendiri informasinya.
:)
Aku liat dia tuh beda, kelembutannya, cara bicara, tatapan, serta semua yang dia lakukan aku suka. Jangan tanya alesannya apa. Karna aku pikir, ga perlu alasan untuk mencintai seseorang. Wkwk ketinggian bgt ya omongannya hahaa.
Jadi beberapa tahun lalu aku pernah duduk-duduk di teras kampus. Banyak orang, aku lupa siapa aja. Tapi yang tentunya aku ingat (karna dia akan jadi bahasan pada tulisan ini) dalah dia. Seseorang yg aku ceritakan di awal paragraf. Namanya Sukma (samaran).
Ga ingat betul apa yang kami bahas. Sukma sibuk dengan percakapannya bersama orang di sekitar. Aku sesekali ikut mencoba masuk ke dalam apa yang mereka bahas. Berhasil.
Kemudian karna entah ngebahas apa, tiba-tiba aku (inget banget pernah bilang gini) bilang "Sukma, kamu coba deh pake rok, jangan celana mulu". Ya, dia juga sama seperti perempuan pada umumnya. Anak kuliahan, yg gayanya ga mencolok, ga tertutup banget juga kayak perempuan yang pakeannya syar'i dengan gamis dan kerudung panjangnya. Dia tampil sederhana namun tetap menjaga kehormatannya sebagai perempuan. Dan pada saat itu, dia pake celana (maksudnya bukan pake rok). Dia hanya diam.
Terus apa yang terjadi? Kalian tau? Sungguh aku di situ sangat keGRan. Karna besoknya, percaya atau tidak, dia pake rok ke kampus. It's amazing. Di situ aku merasakan bahwa dunia berputar mengelilingiku. Dia tampak cantik sekali. Keanggunannya bertambah 10 kali lipat. Dan di situ juga, aku tergila-gila.
Ya maksudnya, aku GR aja gitu, kalo dia pake rok karna inget perkataan aku di hari sebelumnya. Walaupun aku gatau apa yang sebenarnya terjadi.
:)
Sebenernya masih ada lah beberapa hal yang membuat aku tergila-gila lainnya. Namun seperti apa yang aku tulis pada bagian judul. Aku akan mencoba menceritakam kegilaanku pada bagian-bagian selanjutnya.
Mohon jangan ada yg menerka-nerka siapakah sebenarnya Sukma. Dan kalau sudah mengetahuinya, simpan saja sendiri informasinya.
:)
Ya gue tau sih itu siapa
BalasHapusWah mantap. Anda cocok jadi cenayang
HapusMasih menjadi sebuah pertanyaan di benak aku. Apakah benar kalo perempuan pake rok akan terlihat "lebih" dibanding memakai celana? even itu yang longgar, kulot mungkin. Adakah hal hal yang membuat berbeda dengan "rok" atau sebuah simbol "kefeminis" seorang perempuan?
BalasHapusJust ask. But happy for you! Waiting for next part of your story...
Engga juga sih.. pandangan orang kan beda-beda, ya kalo saya lebih suka liat cewe pake rok. Dan 'kecuali' kalo pake celana yg longgar, gober, dan dan sebagainya. Asal tidak ketat. Menurut saya lhoo yaa..
HapusTapi sebenernya itu ceritanya, aku blm ga inget aja kalo dia pernah pake rok sebelumnya (kecuali jaman ospek kali ya, dan itu pun kayaknya blm kenal dia juga), makanya aku coba bilang ke dia minta dia pake rok.
Ya emng ga dijelasin sih.
And btw, thanks for coming my blog :)