Temen gue pernah bilang "gamau banyak drama soal pertemanan, gamau ada lagi kecemburuan soal pertemanan. Gapapa temenan dan sering main sama orang yang sama setiap saat". Karna kami sudah temenan udah lebih dari 1 dekade, jadi gue sangat paham dan bisa related sama ucapannya. Dari sana gue jadi tertriger untuk bahas "sedikit" tentang friendship . Intinya gue sangat sependapat. Banyak orang berbicara tentang asamara, cinta, keluarga, hingga pekerjaan. Banyak banget orang-orang yang sejak kita kecil ngasih petuah-petuah soal hal tersebut. Tapi ternyata sangat jarang orang ngebahas tentang "hati-hati, suatu saat kamu bakal kehilangan temanmu". Sampe pernah ada pertanyaan pada seseorang yang isinya " what's an adult problem nobody prepared you for? ". Lalu ia menjawab " Losing friends" - "I think people talk about heartbreaks from relationships all the time, but nobody ever tells you how hard it is to lose your friends " lan...
Bahkan orang-orang yang aku sukai sekali pun, pasti punya sisi yang membuatku tak nyaman. Ternyata tidak ada orang yang benar-benar kusukai seutuhnya. Apakah,,, mungkin itu adalah alasan mengapa aku diam-diam menjadi muak? ___ Mungkin saja itu adalah alasan mengapa aku selalu merasa sendiri dan terabaikan. Lalu, bagaimana aku bisa berharap agar disukai semua orang ketika diriku saja tak pernah benar-benar menyukai mereka. Nyatanya hidup itu seperti hukum newton 3. Tentang bagaimana aksi akan menimbulkan reaksi berlawanan ___ " Jika suatu benda memberikan gaya pada benda lain (aksi), maka benda kedua akan memberikan gaya pada benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan (reaksi) ." ___ Tentang bagaimana cara kerja dunia, yang tak terus berputar dan selamanya mengelilingi kita. ________________ Bandung, 24 Juni 2025
Aku pernah merasakan hal yang dapat membuatku terbang lalu jatuh, menang kemudian kalah, dan terbangun dalam tidur yang singkat. Seakan aku bisa menggapai semuanya hanya dalam satu genggaman tangan. Aku pernah mengeluh karena kecewa, apalagi kegagalan yang aku ciptakan sendiri. Semua hal yang membuatku hilang pernah aku rasakan, pernah aku alami. Hingga pada satu titik dimana aku terlalu percaya diri dengan hanya sedikit kemampuanku. Dengan hanya sedangkal pengetahuanku. Perjalanan hidup telah aku lalui, telah aku lewati, telah aku arungi. Dari yang awalnya aku tak mengenal huruf, tak mengenal angka, apalagi yang namanya algoritma. Semuanya sudah aku cicipi. Walau hanya percikannya saja. Aku hanya hidup di sebuah perkampungan kecil yang minim akan fasilitas dari pemerintah. Jalan utama penghubung desa saja masih selalu digenangi air kala musim hujan tiba. Sampai para warga menanam pisang di tengahnya. Karena menurut mereka itu adalah salah satu cara agar pemerintah tersentuh...
Komentar
Posting Komentar